Text
Kakekku Detektif Jagoan
Mungkin bagi Kakek, sebuah game sekalipun, merupakan cerita berharga yang dapat membentuk kepribadian seseorang. Mengatur mulut orang bukanlah hal yang mudah, apalagi jika mereka anak-anak.” “Aku suka Himonya. Aku suka suara bocah dari taman kanak-kanak. Aku suka burung pipit yang terbang di antara pohon bambu di taman. Aku suka kelopak bunga sakura yang terbang dari kuil Dewa Penjaga. Aku suka taman kecil di sana meski penuh dengan serangga. Aku suka bau istriku yang masih tertinggal di rumah ini, meski perlahan memudar. Walau segala sesuatunya tidak berjalan dengan baik, aku ingin bertemu istriku. Entah kenapa, halusinasi tentangnya hanya muncul sesekali. ‘Anak laki-lakiku’—teman minum terbaikku, ayah Kaede—juga tidak pernah muncul. Tapi, di rumah ini ada pohon sakura kecil yang ditanam oleh anak laki-lakiku. Ada lemari yang digunakan istriku. Ada mesin jahit dan meja rias istriku yang sekarang digunakan Kaede. Hanya dengan melihat sosokmu di sana, aku sudah sangat bahagia.” “Orang tua tidak seharusnya mencuri waktu berharga anak muda. “Orang besar selalu mendahulukan kepentingan dirinya sendiri ....” “Siapa kau sebenarnya?” “Aku hanya seorang pria tua yang menderita demensia.” “Lalu cerita yang lainnya adalah tentang kekuatan tekad yang tidak akan membuatku dibutakan oleh kebencian. Setiap hari aku terus-menerus kehilangan kecerdasanku. Tapi, jika aku mematahkan tanganmu, aku sudah bukan diriku lagi.”
| 2337 | 813 MAS k | Perpustakaan SMKN 10 Jkt (FIKSI) | Sedang Dipinjam (Jatuh tempo pada2026-10-05) |
Tidak tersedia versi lain